Kamis, 19 Oktober 2017

Pengetahuan dan Penalaran

PENGETAHUAN BERBASIS AGEN
Konsep dasar dari agen berbasis pengetahuan, yakni mengetahui hal-hal tentang dunia dan dapat melakukan reasoning (berpikir, bernalar) mengenai :
  1. Hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya ( imperfect/partial information )
  2. Tindakan yang paling baik untuk diambil ( best action ) Hal-hal yang harus dipenuhi ketika membuat agen pengetahuan, antara lain:
  3. Dapat merepresentasikan world, state, action.
  4. Dapat menerima informasi baru (dan mengupdate representasinya)
  5. Dapat menyimpulkan pengetahuan lain yang tidak eksplisit ( hidden property )
  6. Dapat menyimpulkan action apa yang perlu diambil. 
B. Logika
 Bahasa formal untuk merepresentasikan fakta sedemikian sehingga. kesimpulan (fakta baru, jawaban) dapat ditarik. Ada banyak metode inference yang diketahui. Kita bisa membangun agent Wumpus World dengan logika: memanfaatkan perkembangan logika oleh ahli matematika, filsafat selama ratusan tahun.

C. Logika Proposisi 

Logika proposisi merupakan ilmu dasar untuk mempelajari algortima dan logika, yang berperan sangat penting dalam pemrograman. yaitu bertransaksi atau berhubungan dengan nilai kebenaran atau kesalahan dari sebuah peryataan atau fakta yang ada di sekitar sekeliling kita.

Sintaks
Sintak sebuah bahasa berhubungan dengan struktur bahasa. Sebagai contoh, untuk membentuk sebuah kalimat yang valid dalam bahasa kita memakai struktur: [subyek] + [kata kerja] + [kata benda].

Semantik
Semantik sebuah bahasa menggambarkan hubungan antara sintak dan model komputasi. Sederhananya, semantik menjelaskan arti dari program.

Inferensi
Inferensi pada logika proposisi dapat dilakukan dengan menggunakan resolusi. Metode inferensi adalah mekanisme berfikir dan pola-pola penalaran yang digunakan oleh sistem untuk mencapai suatu kesimpulan.

Ekuivalen
Dua atau lebih pernyataan majemuk yang mempunyai nilai kebenaran sama disebut ekuivalensi logika dengan notasi “ dua buah pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen, jika kedua pernyataan majemuk itu mempunyai nilai kebenaran yang sama untuk semua kemungkinan nilai kebenaran pernyataan-pernyataan komponen-komponennya.


Validitas
Validitas adalah aspek kecermatan pengukuran. Suatu alat ukur yang valid dapat menjalankan fungsi ukurnya dengan tepat, juga memiliki kecermatan tinggi. Arti kecermatan disini adalah dapat mendeteksi perbedaan-perbedaan kecil yang ada pada atribut yang diukurnya. 


Satisfiabilitas
Sebuah proposisi majemuk dikatakan satisfiable jika ada minimal satu nilai tabel kebenarannya yang bernilai TRUE (benar), Jika proposisi majemuk tersebut tidak memiliki nilai TRUE (benar) sama sekali dalam tabel kebenarannya, maka proposisi majemuk tersebut disebut tidak satisfiable


D. Pola Penalaran Pada Logika Proses
RESOULUSI
Resolusi merupakan suatu teknik pembuktian yang lebih efisien, sebab fakta-fakta yang akan dioperasikan terlebih dahulu dibawa ke bentuk standar yang sering disebut dengan nama klausa. Pembuktian suatu pernyataan menggunakan resolusi ini dilakukan dengan cara menegasikan pernyataan tersebut, kemudian dicari kontradiksinya dari pernyataan-pernyataan yang sudah ada. 


E. Inferensi Proposisi yang efektif Backtracking Algoritma backtracking merupakan salah satu metode pemecahan masalah yang termasuk dalam strategi yang berbasis pencarian pada ruang status. Algoritma backtracking bekerja secara rekursif dan melakukan pencarian solusi persoalan secara sistematis pada semua kemungkinan solusi yang ada. Oleh karena algoritma ini berbasis pada algoritma Depth-First Search (DFS), maka pencarian solusi dilakukan dengan menelusuri struktur berbentuk pohon berakar secara preorder. Algoritma backtracking merupakan bentuk tipikal dari algoritma rekursif.Saat ini algoritma backtracking banyak diterapkan untuk program games (seperti permainan tic-tac-toe, menemukan jalan keluar dalam sebuah labirin, catur, dll) dan masalah-masalah pada bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence).   
 
F. Agen Berbasis Logika Proposisi
  1. Problem Solving Agent : memilih solusi diantara kemungkinan yang ada. Apa yang ia “ketahui” tentang dunia, pengetahuannya tidak berkembang untuk mencapai problem solution.
  2. Knowledge-based Agent : lebih “pintar”. Ia “mengetahui hal-hal tentang dunia dan dapat melakukan reasoning (berfikir, bernalar) mengenai :
    • Hal-hal yang tidak diketahui sebelumnya
    • Tindakan yang paling baik untuk diambil
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar