Sejauh
ini sudah dibahas tentang pernyataan dan rumusan pernyataan dengan
simbol p, q, r. Hal seperti itu konsentrasinya lebih pada pernyataan
mejemuk, bukan pada pernyataan sederhana (atomik). Ada kemungkinan untuk
mengekspresikan kenyataan bahwa dua pernyataan atau lebih mempunyai
sifat-sifat kebersamaan. untuk itu dikenalkan konsep predikat pada pernyataan sederhana, Logika yang berdasarkan analisis predikat pada suatu pernyataan disebut Logika Predikat.
Contoh :
1. Borok adalah seorang mahasiswa.
2. Kutil adalah seorang mahasiswa.
Dua pernyataan tersebut diperlukan dua Simbol yang berbeda, misalkan p dan q yaitu :
p : Borok adalah seseorang mahasiswa.
q : Kutik adalah seorang mahasiswa.
Simbol
p dan q tidak menunjukan sifat kebersamaan, yaitu adalah seseorang
mahasiswa. Untuk itu diperlukan suatu simbol yang menunjukan sifat
keberdamaan kalimat yang disebut predikat. Jadi kata adalah seorang
mahasiswa disebut predikat.
Telah diketahui bahwa unit dasar dari Logika Proporsional adalah pernyataan logis seperti :
1. Celana ini berwarna merah.
2.Bumi adalah bulat.
Kita
ridak dapat memperoleh objek yang lebih rendah atau lebih tinggi dari
berwarna merah, misal berwarna putih, biru dll. Demikian jufa pada
kalimat Bumi adalah bulat, Misal kalimat :
"setiap
manusia adalah mahluk hidup", "karena sito adalah manusia, maka Sito
adalah mahluk hidup". Jika ditulis dalam formula proporsional diperoleh :
p : Setiap manusia adalah mahluk hidup.
q : Gogon adalah manusia.
r : Gogon adalah mahluk hidup.
Berdasarkan kerangka logika proporsional, r bukan konsekuensi logis dari p dan q, karena mereka saling berdiri sendiri.
Pernyataan :
"Setiap manusia adalah mahluk hidup".
Mengandung prernyataan himpunan manusia, dimana individu merupakan elemen dari himpunan manusia, misal Budi, Yanti, Dito dll.
Pernyataan
:
“Gogon
adalah
manusia”
Merupakan
anggota
dari
himpunan
manusia,
Jika
ingin
dibuktikan
kebenaran
dari
pernyataan
:
“
setiap
manusia
adalah
mahluk
hidup”,
maka
harus
dibuktikan
kebenarannya
setiap
anggota
dalam
himpunan
manusia,
dan
ini
tidaklah
mungkin,
karena manusia banyak.
Logika
Predikat
merupakan
logika
proposisi
yang diperluas
dengan
tiga
komponen,
yaitu
: term (suku), predikat (predicate), dan
kuantor (quantifier)
Misal
: x > 4
Pernyataan
: “ x lebih
besar
dari
4 “ terdiri
dari
2 bagian
:
1.Variabel
x sebagai
subjek
pernyataan
2.Lebih
besar
dari
4 sebagai
predikat
yg
menyatakan
kriteria
T or F dari
subjek.
Jika
Pernyataan
: “ x lebih
besar
dari
4 “ kita
tulis
dengan
P(x) dimana
P melambangkan
Predikat
lebih
besar
dari
4 dan
x adalah
variabel.
P(x) disebut
juga
sebagai
nilai
dari
fungsi
proposisi
P pada
x, artinya
untuk
nilai
x yang diberikan,
maka
P(x) mempunyai
nilai
kebenaran
T or F
Penulisan
seperti
itu
dikenal
dengan
Bahasa
Order Pertama
yang dibangun
dari
:
- 1.Variabel
- 2.Simbol tetapan
- 3.Simbol fungsi
- 4.Predikat
bicara
tentang
Bahasa
Order Pertama,
maka
terdiri
atas
objek-objek
dalam
pernyataan
yang dibicarakan
dikenal
Dengan
Univers
of Discource
(UoD)
Variabel
:
dalam
Bahasa
Order Pertama
menjangkau
seluruh
semesta
pembicaraan
(univers of discource)
Simbol
Tetapan
:
Merupakan
simbol
satu
anggota
yang berbeda
dari
univers of discource
Simbol
Fungsi
:
Merupakan
fungsi
pada
univers of discource,
Bisa
f(x), f(x,y)
dll

Tidak ada komentar:
Posting Komentar