Terdapat banyak metode
yang telah diusulkan. Semua metode yang ada dapat dibedakan ke dalam 2 jenis
:
- Pencarian buta / tanpa informasi (blind / un-informed search)
- Pencarian heuristik / dengan informasi (heuristic atau informed search) setiap metode mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Untuk mengukur performansi metode pencarian,
terdapat 4 kriteria yang digunakan :
1. Completeness : Apakah metode tersebut
menjamin penemuan solusi jika solusinya memang ada?
2. Time complexity : Berapa lama waktu yang
diperlukan ?
3. Space complexity : berapa banyak memori yang
diperlukan ?
4. Optimality : Apakah metode tersebut menjamin
menemukan solusi yang terbaik jika terdapat beberapa solusi yang berbeda ?
Heuristic Searching Sebagai Dasar dari
Kecerdasan Buatan
- Para peneliti awal kecerdasan buatan menitik beratkan pada penyelesaianmasalah yang tidak menggunakan metoda komputasi konvensional.
- Hal ini disebabkan metoda pemecahan masalah konvensional tidak dapat lagi digunakan.
INTELLIGENT AGENT
Menurut Okamoto & Takaoka
(1997):
Agent dapat dipandang sebagai sebuah objek yang
mempunyai tujuan dan bersifat autonomous (memberdayakan resourcenya sendiri)
untuk memecahkan suatu permasalahan melalui interaksi seperti kolaborasi,
kompetisi, negosiasi, dsb
- Agent = sesuatu yang seolah-olah merasakan sesuatu dari lingkungannya melalui sensor dan memberikan aksi balasan kepada lingkungan tersebut melalui effector. Multi agent = kumpulan dari beberapa agent yang berada pada lingkungan yang sama
- Human agent = agent yang dibuat menyerupai manusia memiliki mata, telinga dan organ lain sebagai sensor, serta tangan, kaki, mulut, dan bagian tubuh lain sebagai effector.
- Sebuah agent robot menggunakan kamera dan sinar infrared dalam range tertentu sebagai sensor dan berbagai motor (mesin) sebagai effector • Berikut diagram interaksi agent dengan lingkungan melalui sensor dan effector
Breadth-first Search
- Breadth-first search (BFS) melakukan proses searching pada semua node yang berada pada level atau hirarki yang sama terlebih dahulu sebelum melanjutkan proses searching pada node di level berikutnya.
Urutan proses searching BFS ditunjukkan dalam
Gambar 1.6 adalah: A,B,C,D,E,F,
Depth-first Search
- Depth-first search (DFS) adalah proses searching sistematis buta yang melakukan ekpansi sebuah path (jalur) menuju penyelesaian masalah sebelum melakukan ekplorasi terhadap path yang lain.
- Proses searching mengikuti sebuah path tunggal sampai menemukan goal atau dead end.
- Apabila proses searching menemukan dead-end, DFS akan melakukan penelusuran balik ke node terakhir untuk melihat apakah node tersebut memiliki path cabang yang belum dieksplorasi.
Kelebihan DFS adalah:
- Pemakaian memori hanya sedikit, berbeda jauh dengan BFS yang harus menyimpan semua node yang pernah dibangkitkan.
- Jika solusi yang dicari berada pada level yang dalam dan paling kiri, maka DFS akan menemukannya secara cepat.
Kelemahan DFS adalah:
- Jika pohon yang dibangkitkan mempunyai level yang dalam (tak terhingga), maka tidak ada jaminan untuk menemukan solusi (Tidak Complete).
- Jika terdapat lebih dari satu solusi yang sama tetapi berada pada level yang berbeda, maka pada DFS tidak ada jaminan untuk menemukan solusi yang paling baik (Tidak Optimal).
DLS (Depth Limited Search)
adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk
pencarian jalur. Contoh yang dibahas kali ini adalah mengenai pencarian jalur
yang melalui semua titik.
Algoritma ini merupakan
variasi dari Algoritma DFS (Depth First Search) yang sudah dijelaskan
sebelumnya. Jika Algoritma DFS (Depth First Search) melakukan perhitungan (yang
dimulai dengan titik terakhir) dengan cara menghabiskan semua tingkatan /
kedalaman dari sebuah titik, maka algoritma ini memiliki batasan dimana
perhitungan pada sebuah titik hanya dihitung sampai pada kedalaman tertentu.
Setelah semua kemungkinan pada kedalaman itu sudah habis, kemudian akan
dilanjutkan pada titik berikutnya.
Diasumsikan ada 5 titik yang harus dilalui
semuanya, yaitu A,B,C,D,E
semua titik tidak terhubung secara langsung
dengan titik-titik lainnya, melainkan hanya melalui jalur tertentu saja
setiap jalur juga memiliki biaya sendiri-sendiri
maka tentukan jalur yang harus diambil untuk
mengelilingi semua titik yang ada
Diasumsikan data jalur yang tersedia adalah
sebagai berikut
Uniform Cost Search
Uniform Cost Search
adalah algoritma Seach Tree (graph) yang digunakan untuk menyelesaikan beberapa
persoalan . Algoritma ini memulai pencarian dari root node, kemudian
dilanjutkan ke node-node selanjutnya. Dimana node tersebut dipilih yang memilki
harga (cost) terkecil dari root node. Algoritma ini merupakan modifikasi dari
Bread First Search (BFS).
Sumber :
lintang.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/44491/MetodePencarian_BFSDFS.pdf


Tidak ada komentar:
Posting Komentar